Jalan bersahaja


“None but ourselves can free our minds.”


Terasa seperti mahu menjerit sekuat hati. Melepaskan segala perit dan pahit. Penat dengan segala sifat ragam tiap manusiawi. Apatah lagi diri sendiri yang terkadang sukar untuk tangani.

Ada satu masa pabila kita kurang keyakinan melihat orang lain berwajah jelita, rupawan. Kita merasakan diri kita tidak layak untuk bersemuka dengan tiap makhluk Allah. Cuba pelbagai cara untuk menjadi setanding mereka, tapi kita terlupa. Rupa ini sementara. Dan yang menjadi utama adalah hati sebagai pengukur. 

Bicara soal hati. Kadang hati juga boleh buat tiap orang tertipu. Mungkin dia pada pandangan semua orang adalah yang terbaik. Tapi siapa tahu baiknya dia cuma lakonan di mana hanya dia dan hati dia sahaja yang tahu rahsia disebaliknya. Kerana itu, pada insan yang telah dianggap jahat atau kurang baiknya, aku cuba perkuatkan rasa untuk tidak menghukum atau mempercayai segala kritikan atau ceriteranya.

Mungkin pada pandangan aku seolah yakin percaya dan mengiyakannya. Tapi ada satu masa, luangkan bersama akal fikiran. Ditemani hati yang punyai lembut bicaranya. Kadang bukan sengaja mahu jadi seperti itu. Dan terkadang lain yang kita niatkan, lain pula orang salah ertikan. Jauhkan aku dari beranggapan sebegitu. Perkuatkan usaha untuk aku berhenti dari saling mengata.

Mulut orang sukar ditutup. Tiap masa yang berlalu pasti ada yang berkata. Cuba balikkan pada diri. Apa kita juga sering membuka mulut dan saling berkata? Jika iya, latihkan diri supaya mulut orang lain juga tertutup dengan kekuatan kita untuk berdiam dan mengendahkannya. Jangan saling berbalas, tapi bersabar la kita.

Amarah yang dilemparkan bersebab. Terutamanya perempuan yang sering beremosional. Dan para lelaki kesabarannya perlu tinggi. Para perempuan juga perlu bersabar kerana kita saling mengerti dengan perasaan tersebut. Memang perit pabila kita dimarah atau diuji. Tapi dengan lafaz Bismillah dan tahap kesabaran iman, kita cuba hadapi. InsyaAllah dengan perlahan pasti menjadi mudah dan terbiasa.

Kenyataan, tiap manusia tiada yang sempurna. Tidak lari dari membuat kesalahan dan mengumpul dosa. Tapi yang dinamakan usaha itu adalah solusi kita untuk tanganinya. Memang ada kala kita terjatuh sungkur dan mengulangi silap yang sama. Kerana itu sahabat dan keluarga perlu main peranan untuk saling bantu, tuju ke arah yang diredaiNya. Bukan biarkan dan jalan bersahaja.

Mendatang akan kongsikan kekurangan yang buat kita rasa hampa. 





What's bitter


"when life is tough on you, treat yourself like you would a friend"



Here we go again. Me, with my sad feelings. Sharing in the pages.

We experience little frustrations every day. But today, i experience a very big frustration. Something that cant be explain. Something that make me want to cry. But i keep holding it. Ask myself. Whats wrong with me. Maybe there is something that undone. Maybe i'd hurt people's feeling. Or maybe, i'm the one who'd been hurt *sigh* I cant even explain it at all. In the midst of sadness.

Everybody got their own problems, had their own way to overcome it. Some of them, just hide their problems. And others, just let it go. But you must remember, you will never stop thinking about it until you're not done dealing with it. Your mind will get tired, and your heart will feel very uneasy. Try to settle it in a very nice way. Even people will hate you much more. At least, we tried.

We all make mistakes. We wouldn't be human if we didn't. We're all too good at beating ourselves up for our errors of judgement or even for things that happen to us that we had no control over. We even punish ourselves for not being 'perfect' when we've not even done anything wrong. In reality, no one in this world is perfect. But forgive and forget will never be that easy. Even you try so hard.

This kind of damaging self-talk is the recipe for madness, and can prove horribly addictive. And believe me, sometimes the negative thoughts going round and round in my head made me close to crazy. And being crazy all the time. Sometimes we just have to accept that we did do those things. Maybe we hurt someone else's feelings. Maybe we act impulsively and it had a bad outcome. Maybe we over-reacted when we promised ourselves we wouldn't. We didn't make these mistakes because we are horrible or bad people. We made them because we're human. And once we get as far as realizing this, we then need to find a way to forgive ourselves.

Instead of punishing yourself, you need to start making an extra effort to be kind to yourself. I guess no one knows about what i feel now. Yes, i'm good by hiding it with my wide smile. Yes, i'm that good.

Let go of what's bitter and move on. That's life.


Uneasy


'Everytime you smile at someone it is an action of love, a gift to that person, a beautiful thing.'



Its been awhile since i've not updated my blog in fully english. Need inspiration and abnormal aura. 

We wait for good things to happen to us and automatically also wish that bad things will simply go away. Please.

I got so many thoughts in my mind. Many uneasy feelings overwhelmed my heart this lately. I've tried unburdening my thoughts by let it keep in pages. Tried to let it go and empty my mind. But its just useless. Something not right here and there. 

...

Nowadays, we often hear the phrase of 'let it go' all the time. Oh God i wish its was that easy as we blink our eyes. But it is not the easiest concept to grasp or thing to do. We hang on to all kinds of memories and emotions - negative self image, critical thoughts, feelings to all kind of relationships, things we regret, anger at some situation, final exams, all assignment that need to submit by time, and bla blaa.. and the list still go on.. and on.. 

It's not always possible to understand other people's behaviour include ourself. So, rather than working yourself up about finding the right answer, which can drive you mad, learn to let it go. It's kinder to yourself just to begin the work of dealing with your own life, and a more effective way of leaving behind the pain. You can't change the person who hurt you, or what they did. Yes, sometimes people do lie in relationships, but often they will have loved you when they said they did, but their feelings might simply have changed - as painful as that may be to hear. Can you believe it? Please. Just stop torturing yourself, your heart.

That kind of feelings when you're overwhelmed by loss or grief or heartbreak, or feel very angry about something that feels unfair, it can seem unnatural just to let the feelings go. We sometimes want to hold on to them tightly, to try to find explanations, to refuse to forgive, and we stew in our anger and rage in hope that we can magically change what happened. But we cant. And deep down, you know this. It doesnt mean accepting defeat. In fact, if you can do this, you're proving that you are anything but defeated. So let it go. Survive.

At the end of the day, i'm just a normal girl who survived something terrible but still be thankful for all the given. And yes, i keep waiting for the next disaster thing in life (but please no). 

Till then. Keep head held high.


Hard Feeling


"have more than you show, speak less than you know"


Assalamualaikum, maaf sebab dah lama tak update blog. Sorry to those yang always waiting for my upcoming post :b Ha Ha. Sekarang baru ada kesempatan untuk menaip. Pada masa yang sama, assignment usul fikh diletakkan ketepi. Shhh.. ini rahsia kita ye. Saya pegang janji awak semua.

Setiap orang punyai cerita hidup yang berbeza. Jadi siapa kita hendak menilai atau menghukum seseorang itu. Mungkin kau lihat dia kaya, pakaian mahal, juga rupawan sekalipun, belum tentu kehidupan dia sebahagia atau se gah yang kau lihat berbanding dengan orang yang sederhana, rupa pun tiada. Tapi hakikat contohnya, dia la manusia paling bahagia walaupun kehidupannya serba serbi sederhana. Bagaimana terjadinya itu? Tepuk dada, lihat cermin. Mana silap mana kurangnya.

Honestly, aku jenis yang susah untuk percaya orang. Even that person is the closest person with me sekalipun, but still, NAY! I'm just learn from my mistakes and i don't really want to repeat it again and make it become twice. I hate it when people and society keep judging me thru my experience instead of not knowing my past stories. Okay bukanlah maksudnya nak diorang semua tahu kisah lampau. What i mean is, kau tak berhak nak judge orang tu cakap orang tu jahat bla bla sedangkan it must have a reason disebaliknya perwatakan atau sikapnya sebegitu. Macam korang yang suka judge orang ni la. You know why korang suka judge orang? Sebab korang punyai satu rasa cemburu atau tidak puas hati dengan kekurangan yang kau ada atau korang ni jenis yang perasan ingat diri sendiri tu dah cukup bagus. Opss, NO HARD FEELING. Just saying and make it example. I'm not assuming you guys like that. By the way, siapa yang makan cili, dia yang terasa pedasnya. Eh!

Itu soal yang suka menilai orang. Tapi bagaimana pula dengan soal yang mempergunakan kawan? Depan bunga, belakang tahi. Alangkah tenang rasanya apabila orang sekeliling punya hati yang ikhlas untuk berkawan dan bukannya saling berkata atau mengata. Setiap orang berbeza dari segi rupa, perwatakan, hati, dan sebagainya. Cubalah letak ditempat orang yang dianiaya atau teraniaya itu. Sekalipun telah terbukti yang dia bersalah, tapi janganlah sampai memutuskan pertalian ukhuwah. Pergunakan orang dengan niat untuk kepentingan sendiri. Pedih rasanya kalau kebenaran terungkai. Tapi kita perlu yakin percaya pada wujudnya kifarah. What goes around, comes around.

Ini baru bermula sebuah kehidupan. Kalau permulaan kehidupan sudah sepayah ini, bagaimana pula untuk aku hadapi perjalanan hidup yang mendatang? Bukan maksud aku untuk mengalah. Tapi, ini realiti. Kuatnya aku pada luaran, tapi hakikatnya, dalaman aku rapuh. Sering dikatakan bahawa, aku seorang yang suka senyum dan sekalipun tidak pernah tak senyum. Don't you know, senyuman itu punyai seribu satu rasa kesedihan yang disembunyikan? 

Just sharing, thanks for reading.


Student Life - part one


“Be a student as long as you still have something to learn, and this will mean all your life.”




Bagi mereka yang mengikuti luahan hati di blog ini, kali ini aku berkongsi pengalaman sebagai seorang student freshie macam aku. Kalau kalian sedari, sebelum ini aku berkongsi kesedihan sebab tidak dapat menyambung pelajaran. Tapi alhamdulillah. Rezeki aku sudah tiba (:

Aku pelajar jurusan Diploma Islamic Banking and Finance, menuntut di Politeknik Metro Johor Bahru. Pilihan aku yang pertama, diterima. Hari pertama, aku merupakan orang kedua yang mendaftar. Sahabat pertama aku, Iffah Syafiqah dan dia juga merupakan roommates aku. Dia seorang yang bersederhana dan pemalu orangnya :b 

Minggu suai kenal diadakan di AKLI Kota Tinggi. Banyak menerapkan nilai nilai patriotisme. Banyak soalan mengenai negara dan perlembagaan negara. Habis puas memerah otak dan ingatan tapi gagal. Masa kat sekolah dulu memang ada belajar dalam subjek Sivik. Cikgu sivik tu suka buat kuiz sebab tu la dulu susah payah salin kat kertas kecil selit bawah meja. Dan sekarang ni baru rasa erti penyesalan. Sejujurnya, sebagai seorang rakyat, kadang malu juga sebab banyak tidak tahu soal apa yang terjadi di negara sendiri. Berita pula jarang tengok. Perkembangan yang berlaku juga sifar. Akan dipertingkatkan untuk pengetahuan umum buat diri sendiri.

Perasaan bercampur baur untuk terusan menjadi peramah atau duduk memberi senyuman sahaja. Mungkin masih lagi biasakan sebab sekeliling masih ada ramai lagi rakan yang tidak dikenali. Bermacam ragam, sifat dan sikap yang aku lihat. Ada sesetengah yang tidak sombong dan membalas senyuman. Tapi ada juga beberapa orang yang sebaliknya. Ada juga yang memilih rakan dari segi luaran dan mengendahkan yang sebaliknya. Senyum kan saja pada mereka yang sebegitu. Tidak mahu menilai dan siapa aku untuk menilai mereka. Lihat diri sendiri, cerminkan.

Semangat untuk memulakan fasa baru dalam kehidupan. Harap ramai rakan dapat menerima aku sebagai rakan mereka. Harap semuanya ikhlas untuk berkawan dan bukan dipergunakan. Target aku untuk semester pertama, adalah cuba dapatkan four flat. Memang bukan senang, tapi insyaAllah usaha tidak akan pernah berhenti. Kalau sudah stabil dalam pelajaran, mungkin akan aktifkan diri untuk join MPP. Jangan takut untuk mencuba kalau tidak kita yang rugi. Peluang dan rezeki ada di mana mana. Jangan pernah berhenti.

Teruskan usaha.